JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Ditreskrimum Polda Papua masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan botol berisi bahan bakar di area Kantor Komnas HAM Papua. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor), botol tersebut dipastikan tidak dipasangi sumbu.
Dirreskrimum Polda Papua, Kombes Pol Parasian Herman Gultom, menjelaskan bahwa kandungan cairan di dalam botol tersebut terkonfirmasi berupa hidrokarbon yang biasa ditemukan pada bahan bakar minyak (BBM), seperti bensin atau minyak tanah.
“Dugaan botol tersebut terkonfirmasi dari hasil Labfor bahwasanya mengandung hidrokarbon atau bahan bakar minyak, baik bensin maupun minyak tanah. Namun dari hasil olah TKP, botol tersebut belum dipasangi sumbu, sehingga tidak bisa kita katakan sudah menjadi satu dugaan bom molotov,” ujar Kombes Pol Parasian Herman Gultom saat memberikan keterangan kepada awak media.
Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah timbulnya kejadian tersebut merupakan unsur kesengajaan pelemparan atau ketidaksengajaan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa CCTV, baik yang mengarah ke lokasi maupun di sekitar akses menuju dan setelah lokasi kejadian. Dari pengamatan awal CCTV yang mengarah langsung saat terdengar bunyi botol jatuh, belum ditemukan adanya aktivitas mencurigakan atau indikasi pelemparan, karena situasi di depan kantor saat itu terlihat tidak ada aktivitas,” jelasnya.
Botol berisi BBM tersebut ditemukan jatuh di area bawah blower kipas angin AC Kantor Komnas HAM Papua. Pihak Kepolisian Daerah Papua menegaskan akan terus melakukan analisa dan evaluasi (anev) serta menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan lebih lanjut kepada publik.







