Satu Tahun Kepemimpinan Papua CERAH: Fakhiri–Rumaropen Fokus Perkuat Fondasi dan Layanan Dasar 

JAYAPURA-NUSANTARAPOST.ID-Tepat satu tahun pascapelantikan di Istana Negara oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko AF Rumaropen merefleksikan perjalanan kepemimpinannya dalam Pidato Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan di Jayapura, Senin (12/10/2026).  

Mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Papua CERAH”, kepemimpinan pasangan ini menegaskan komitmen untuk mewujudkan Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni (CERAH) melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.  

Menjawab Tantangan Fiskal dan Transisi

Dalam pidatonya, Gubernur Matius Fakhiri menyampaikan bahwa tahun pertama kepemimpinannya dipenuhi tantangan yang tidak ringan. Pascapemekaran tiga Daerah Otonomi Baru (DOB), kapasitas fiskal Provinsi Papua mengalami penurunan drastis dari Rp11,04 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada Tahun Anggaran 2026.  

Meski diperhadapkan dengan keterbatasan anggaran dan tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat, Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah transisi dan perbaikan tata kelola birokrasi. Hasilnya, Pemprov Papua sukses meraihkembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan 2025 serta berbagai penghargaan nasional dalam pengelolaan Dana Otsus dan pengadaan barang/jasa.  

Program Unggulan MACE-KASIH-JALAN-PACE

Guna mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat, Pemprov Papua meluncurkan empat program utama yang terintegrasi (MACE-KASIH-JALAN-PACE):  

1. Kartu PACE (Pelajar Cerdas) & Kartu MACE (Mahasiswa Cerdas): Program beasiswa dan jaminan akses pendidikan yang menjangkau pelajar serta mahasiswa Papua hingga lulus dan berdaya saing.  

2. Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil): Jaminan pelayanan kesehatan lengkap bagi ibu hamil, bayi, dan anak untuk mencegah stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi.  

3. Kartu JALAN (Jaminan LANSIA): Bantuan sosial tunai yang disalurkan langsung via Bank Papua untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan para lansia.  

Konektivitas, Pangan, dan Wajah Baru Kota Jayapura

Selain sektor SDM dan sosial, kepemimpinan Fakhiri–Rumaropen memfokuskan pembangunannya pada konektivitas dan ketahanan pangan:  

 Cetak Sawah Rakyat: Target pencetakan sawah diperluas hingga 6.500 hektare pada tahun 2026 sebagai komitmen menuju swasembada beras pada 2028.  

 Pasar Rakyat Modern: Pembangunan pasar modern bertahap di sembilan kabupaten/kota yang dimulai dari Kabupaten Waropen untuk menggerakkan ekonomi pedagang asli Papua.  

 Konektivitas Laut: Penyediaan subsidi transportasi laut rute Jayapura–Serui dan Jayapura–Biak untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan menurunkan harga barang.  

Sebagai wujud penataan ibu kota provinsi, Pemprov Papua memamerkan rencana pembangunan Taman Port Numbay di depan Kantor Gubernur Papua yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2027 sebagai ruang publik yang hijau, inklusif, dan ramah budaya.  

“Membangun Papua bukan pekerjaan satu orang, satu lembaga, atau satu periode. Papua hanya akan maju apabila kita mendayung bersama dalam satu perahu,” ujar Gubernur Matius Fakhiri menutup pidatonya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *